Kamis, 09 Januari 2014

Perempuan Hujan


Malam.
Malam mulai merajut saat rintik-rintik hujan mulai menampakkan kehadirannya. Sofhie, begitulah biasa aku dipanggil. Seorang gadis belia berumur 17 tahun yang menghabiskan 2 tahun belakangan ini untuk setia menunggu di bawah atap genting yang mulai berlumut. 2 tahun aku sudah setia menunggu.

Rabu, 08 Januari 2014

Sepasang Mata Di Sudut Kelas


Cinta? Kalau bilang cinta pasti gak jauh-jauh dari yang namanya cinta negara, cinta agama, cinta keluarga, karir, hobi ataupun monyet? Apa? Coba ulangi. Aku bilang coba ulangi sekali lagi. Haha.. Ya, cinta monyet. Cinta monyet disini hanyalah sebuah istilah cinta anak “ingusan”. Anggap saja cinta yang dialami oleh anak yang masih remaja. Biasanya cinta monyet itu berkisar anak remaja yang baru merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta. Ceile..Jadi bisa dibilang pacar pertamanya.

Kandasnya Secuil Cinta yang Dibangun


Aku terus memandangi kartu nama yang ada dihadapanku.
“Iya. Tidak. Iya. Tidak. Iya. Tidak. Ah…aku bingung.”
Sebelumnya aku tak pernah tahu kalau kita sama-sama berasal dari Jember. Secara kebetulan aku dan dia dipertemukan di Bali saat itu. Pertemuan yang tak disengaja saat menonton Pagelaran Wayang Rama dan Shinta 10 hari yang lalu masih saja membekas diingatanku. Laki-laki itu.

Senyuman Di Awal Tahun

Senyuman di Awal Tahun
Dia menatap ke arah langit. Lepas. Pandangannya menyapu semua bintang yang bertebaran. Tatapannya kosong. Sudah 2 jam gadis mungil ini duduk terdiam memandangi malam yang kian larut. Entah apa yang dipikirkannya. Semenjak kecelakaan itu, tak sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Yah, semenjak kecelakaan bulan Agustus lalu.