Minggu, 08 Juni 2014

Kemanakah Kau Sebenarnya Kemerdekaanku?

“Kata orang kita telah merdeka. Tapi merdeka untuk siapa? Sudah meratakah kemerdekaan itu? Ataukah hanya kemerdekaan untuk sebagian yang lain dan tak sepenuhnya”
Sudah hampir 69 tahun Indonesia merdeka. Mencoba keluar dari kebelengguan setelah sekian ratus tahun harus merasakan tekanan dibawah kuasa penjajah. Senasib sepenanggungan. Mungkin begitu awal negaraku ini dibentuk. Lantas, proklamasi telah usai dikumandangkan lalu benarkah semua rakyat benar-benar merasakan kemerdekaannya? Ataukah hanya “perpindahan tangan” penguasa saja?

Paksa

Paksa datang. Begitu saja. Tak ada angin, tak ada hujan, Paksa datang dan memaksaku untuk menerimanya sebagai teman. Dia memaksa dan mengancamku untuk menurutinya. Semua kemauannya. Tanpa harus ada pembelaan diri.
Aku dan Paksa bertemu di toilet sekolah taman kanak-kanak. Dia menyeretku dengan ancaman. Tak ada perlawanan dari tubuhku yang masih kecil saat itu. Terlalu dini bagiku untuk mengenalnya lebih jauh. Tapi apa daya, itulah awal kali aku bertemu dengan Paksa.

Jumat, 06 Juni 2014

Selipan Hidup

Masih ingat dalam ingatanku bagaimana rasa dari sentuhan tangannya, logat dari bicaranya dan sikap merayunya saat aku sudah mulai ngambek dengannya. Hilang. Itu hanya sebuah kenangan setahun yang lalu saat aku bersamanya. Akan tetapi saat ini semua berubah. Aku berada di tempat yang berbeda. Jauh dari tempatnya tinggal. Tak hanya itu aku pun jauh untuk mencium bau kota yang selama ini aku hirup. Tak ada lagi. Tak ada. Karena disinilah aku berada sekarang.