Aku
teringat akan sesuatu malam ini. “Banyak orang yang lebih tua ingin dianggap
hebat oleh orang lain karena bla bla bla. Akan tetapi saat ini gak sedikit kamu menemukan anak muda
yang ingin dianggap hebat oleh orang lain.” ucapan ini pernah diutarakan oleh
salah satu temanku pada saat ngopi
bersama. “Hebat itu ingin dipuji dan dianggap ‘bisa’ oleh orang lain. Berbeda dengan
salut.” tambahnya.
Aku mulai
merenung, “Benar adanya.” ucapku dalam batin. Banyak dari kita tanpa kita
sadari lebih merasa ‘gengsi’ untuk
mengatakan “Ajari saya” karena takut dianggap tidak berkemampuan dan kalah
wibawa. Padahal, ini masih menurutku ya, alangkah jauh lebih baiknya saat kita
tidak bisa, kita memilih untuk diajari sampai bisa kepada orang lain walaupun
orang yang mengajari umurnya lebih muda dari kita. Orang mungkin tidak akan
menganggap kita hebat akan tetapi lebih pada salut melihat usaha yang telah kita
lakukan.
Seorang pahlawan
tidak pernah berfikir menjadi pahlawan. Dia hanya ingin melakukan apa yang
menurutnya benar untuk dilakukan. Tidak pernah berfikir bahwa nantinya kau akan
mengingatku karena perjuangan yang telah aku lakukan saat ini untukmu. Tidak pernah.
Merasa hebat
karena dahulu pada jamannya, dia dapat melakukan sesuatu yang saat ini belum
bisa dilakukan oleh ‘adik-adiknya’. Dia tidak sadar, jaman telah berubah dan
tantangan setiap jaman berbeda. “Dulu, jamanku bisa nerbitin buku (misalnya), masak
sekarang kalian gak bisa?” Dibilang motivasi
mungkin iya. Tapi dia tidak sadar bahwa dengan berbicara seperti itu ada ego
yang keluar dimana dia ingin dianggap hebat karena usahanya tersebut. Dengan begitu,
ada pamrih yang ingin ditonjolkan.
Kurasa,
berusaha tanpa pamrih jauh lebih baik. Tidak ada gunanya kita dianggap hebat. Kehebatan
itu akan di-cabut saat kamu melakukan
kesalahan karena tidak ada tolerir di dalamnya. Sebagai contoh, “Dia uda gak hebat lagi sekarang, wong dia korupsi.” Berbeda dengan salut,
“Salut aku ama usaha dia dulu, sayang
dia sekarang ada dipenjara.” Berbeda toh,
dalam salut, masih ada ‘sayangnya’ atau pemakluman yang diberikan oleh orang
lain kepada kesalahan yang kita lakukan.
Lakukan saja
apa yang ingin kamu lakukan karena kamu memang ingin melakukannya. Tak perlu
ingin dilihat dan membandingkannya dengan orang lain. Tak perlu gila hormat
ataupun ingin dihargai. Karena nantinya orang pasti akan menghargaimu dengan
sendirinya jika kamu memang pantas untuk dihargai.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar