Jumat, 21 Maret 2014

Hebat≠Salut

Aku teringat akan sesuatu malam ini. “Banyak orang yang lebih tua ingin dianggap hebat oleh orang lain karena bla bla bla. Akan tetapi saat ini gak sedikit kamu menemukan anak muda yang ingin dianggap hebat oleh orang lain.” ucapan ini pernah diutarakan oleh salah satu temanku pada saat ngopi bersama. “Hebat itu ingin dipuji dan dianggap ‘bisa’ oleh orang lain. Berbeda dengan salut.” tambahnya.

Rabu, 19 Maret 2014

Berpisah di 19.38 WIB

Lama tak bersua kawan. Rindu rasanya dapat bertemu lagi. Aku kembali membawa cerita-cerita yang pernah hadir dalam kehidupanku. Kali ini aku akan sedikit bercerita mengenai 8 jam-ku bersama Cak Lesus kemarin.
Selepas pukul 11.00 WIB, aku memacu Nancy-ku (Sepeda motor F1ZR kesayanganku) ke rumah Cak Lesus. Bukan tanpa alasan aku pergi kerumahnya. Malam sebelumnya dia memintaku untuk mengajaknya jalan-jalan. Kemana saja. Mungkin jenuh dalam kehidupannya lagi kambuh.
Saat aku datang, Cak Lesus ada di depan rumahnya bersama kedua tamunya. Tak selang berapa lama, tamu tersebut pun pamit pulang. Tinggallah aku dan dia. Untuk mencairkan suasana, Cak Lesus mengeluarkan beberapa buku untukku baca. “Islam Yang Memihak”, aku pernah melihat buku ini sewaktu bazaar buku Ecpose 2 tahun yang lalu. Akan tetapi aku belum tertarik membacanya sampai saat ini. Entah mengapa.