Senin, 14 Juli 2014

About Pooh and Friends

Dia bernama Pooh. Pooh Naenggolan. Aku membelinya sekitar 4 bulan lalu di pasar burung Jaya seharga Rp. 275.000. Pada waktu itu Pooh masihlah kecil jika dibandingkan dengan tubuhnya yang montok seperti sekarang. Dengan mata masih belum bisa melek dan kepala yang tampak lebih besar dibanding dengan tubuhnya, ku bawa dia pulang ke rumah dengan menggunakan tas kertas. Baunya khas. Entahlah, aku tak dapat menjelaskan seperti apa baunya saat itu. Yang pasti, menusuk hidung dan membuat kepalaku pusing. Tapi dia lucu. Itu yang membuatku rela untuk membelinya. ^_^
Sekarang Pooh sudah besar. Makannya lele dan minumnya susu. Selain itu Pooh sekarang sudah punya banyak fans. Yah, sebut saja begitu. Semenjak dia bisa berlari dan berenang, ayah sering kali mengajaknya ke sungai untuk bermain air atau mencari yuyu (kepiting kecil yang ada disungai). Dan dari sanalah, cerita Pooh dan “teman-temannya” bermula.